Sebuah bangunan masjid di Kota Victoria, Texas, Amerika Serikat dibakar. Masjid bernama Islamic Center of Victoria dibakar pasca penanda tanganan keputusan presiden yang memuat larangan pengungsi dari tujuh negara muslim memasuki Amerika, Sabtu, 28 Januari 2017.
Wacana anti muslim di negara tersebut berkembang setelah presiden terpilih Amerika Serikat, Donal Trump memuat berbagai kebijakan kontroversial soal hubungan diplomatik dengan beberapa negara muslim. Penanda tanganan keputusan presiden (executive order) beberapa jam sebelum masjid tersebut dibakar.
Pembakaran masjid di Amerika Serikat bukan kali pertama. Masjid yang belum selesai terbangun terletak di Danau Travis, Austin dibakar pada 7 Januari 2017. Sebelumnya, pada 25 Desember 2015, sebuah masjid di Houston juga dibakar. Pelaku telah divonis penjara empat tahun.
Pembakaran masjid kali ini tidak ada korban jiwa, namun dapat dipastikan trauma warga muslim Amerika pasca rentetan teror pembakaran tempat ibadah. Meskipun Amerika merupakan negara yang gesit memaksa negara lain memberlakukan sistem demokrasi, namun kontras dengan kebebasan demokrasi beragama yang terjadi di negara Paman Sam tersebut.
Hingga kini polisi setempat terus memburu pihak yang bertanggung jawab atas kasus pembakaran masjid tersebut. Sementara, belum ada konferensi pers Donal Trump soal pembakaran masjid tersebut.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Response to "Awal Pemerintahan Trump, Satu Masjid di Texas Dibakar"
Post a Comment